Home Blog MOTIVASI DIRI UNTUK REMAJA

MOTIVASI DIRI UNTUK REMAJA

11
0
SHARE

Motivasi Diri Untuk Remaja – Anak-anak usia remaja membutuhkan sokongan untuk membantunya menemukan jati diri. Sejauh ini, banyak upaya yang sudah ditempuh baik itu dari pihak guru-guru di sekolah, seperti mewadahi muridnya dengan fasilitas organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya.

Sementara kita sebagai orang tua justru terkesan tak acuh dan melimpahkan urusan anak remaja kita kepada gurunya di sekolah saja. Padahal, peran orang tua juga sangat krusial dalam membantu anak kita untuk membentuk karakter yang ada pada diri mereka, serta memberikan motivasi diri untuk remaja agar mereka menjadi seorang yang berguna ke depannya.

Lantas, upaya-upaya apa saja yang dapat kita tempuh untuk mewujudkan hal tersebut? Berikut ini ulasannya.

  1. Ubah cara berkomunikasi dengannya;

Langkah pertama yang dapat kita lakukan untuk membantu anak remaja kita menemukan jati dirinya adalah dengan mengubah cara berkomunikasi dengannya. Jika selama ini yang sering kita lakukan adalah membanding-bandingkannya, mengolok-olok, memberikan kata-kata kasar, maka cara yang efektif untuk membantu mereka menemukan jati diri adalah dengan setia menjadi pendengar dan temannya. Dengan menjadi temannya, mereka akan cenderung semakin dekat dan merasa nyaman dengan kita.

  1. Memberikan mereka kepercayaan diri;

Bagi seorang remaja, penampilan fisik merupakan faktor nomor satu yang dapat memengaruhi pola pikirnya. Jika banyak teman mereka yang mulai mengolok penampilan fisik mereka, maka di sinilah peran kita sebagai orang tua untuk memberikan suntikan kepercayaan diri pada mereka. Berikan mereka pengertian, bahwa penampilan fisik yang sempurna tidak melulu tentang badan yang dikatakan tinggi, kulit putih, dan lain sebagainya. Dengan rajin merawat diri, maka aura ketampanan atau kecantikan sejati akan terpancar pada diri mereka.

  1. Memberikan pendidikan seks kepada remaja;

Jangan menutup mata akan pendidikan seks pada anak remaja kita. Bahkan, pada masa kanak-kanak pun, pendidikan seks yang sesuai dengan usia mereka sudah harus diberikan, apa lagi pada remaja. Berikan mereka pengertian, bahwa seks merupakan hubungan sakral yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri. Berikan juga mereka pemahaman tentang bagaimana hubungan seks seharusnya dilakukan, tentunya dengan bahasa yang halus dan menyenangkan. Dengan  begitu kita semakin meminimalisir seks bebas dan pelecehan seksual pada anak remaja kita.

Motivasi diri untuk remaja agar mereka menemukan jati diri juga dapat kita lakukan dengan mendorong mereka menyalurkan hobi, di luar pendidikan formal yang mereka tempuh di sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here