Home Blog MEMBUNUH NAFSU DAN MALAS

MEMBUNUH NAFSU DAN MALAS

2
0
SHARE

Membunuh Nafsu dan Malas“Orang yang memiliki jiwa optimis adalah mereka yang melihat lampu hijau di semua tempat, sedangkan orang yang pesimistis hanya melihat lampu merah. Orang yang benar-benar bijaksana adalah mereka yang buta warna.” (Albert Schweitzer)

Ya, seorang filsuf terkenal ini mengatakan bahwa orang yang bijak adalah yang buta warna. Jadi, ia akan tahu kapan harus berhenti dan kapan harus jalan tanpa harus melihat sebuah perintah berupa warna.

Kesuksesan yang akan digenggam seseorang, berasal dari langkahnya saat muda. Namun, banyak anak muda yang terlena dengan kenikmatan harta dan tenaga yang dimilikinya sehingga banyak dari mereka yang tersungkur pada masa tua hanya karena takluk dan tunduk terhadap nafsu dan kemalasannya. Mereka tidak bisa membunuh nafsu dan malas.

Kemalasan yang dialami sat masa muda bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena ciri dan tahap perkembangan seseorang ketika usia muda.

Ciri-ciri seseorang di usia muda antara lain adalah:

  1. Pertama, adolensi dini atau lebih meluangkan waktu untuk dirinya sendiri pada tahap dini. Maksudnya pada saat manusia berada di fase ini mengalami sebuah rasa ingin tahu dalam hal seksual yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang pada fase ini, manusia mengalami penurunan kreatif dan ketekunan.
  2. Kedua, adolensi menengah atau lebih meluangkan waktu untuk dirinya sendiri pada tahap menengah. Maksudnya, manusia pada fase ini memiliki sifat hubungan dengan lawan jenis mulai meningkat pentingnya, fantasi dan fanatisme dalam berbagai aliran. Apabila manusia sudah berada pada tingkat fanatisme maka ia menempati hal paling penting dalam hidupnya.
  3. Ketiga, yaitu adolesensi akhir atau lebih meluangkan waktu untuk dirinya sendiri pada tahap akhir. Di tahap ini, manusia sudah mulai menghargai kehidupannya untuk menuju kedewasan. Manusia sudah mulai dapat “menerima” dan “mengerti”.

Selain ciri-ciri, tahap perkembangan masa muda pun ikut mempengaruhi timbulnya rasa malas. Perkembangan fisik adalah tahap perkembangan yang pasti dilewati oleh setiap manusia. Cole berpendapat bahwa perkembangan fisik menjadi awal dari perkembangan aspek lainnya dari seorang manusia. Perkembangan kognitif adalah perkembangan yang menurut Piaget terjadi kisaran umur 11-15 tahun. Pada tahap ini, manusia mengalami perkembangan nalar dan kemampuan berpikir memecahkan sebuah permasalahan. Perkembangan emosi sangat berperan dalam pertumbuhan sikap malas anak muda.

Lalu, bagaimana cara membunuh nafsu dan malas? Oh, banyak sekali caranya. Kamu bisa mengawalinya dengan menata hidup. Mengapa? Karena kamu akan berpacu pada tatanan hidup yang sudah kamu buat dalam melangkah, sehingga kamu tidak akan kehilangan arah. Selanjutnya, kamu bisa melakukan hal sulit di pagi hari. Loh? Kenapa harus melakukan hal sulit? Apa kamu tahu, bahwa pagi hari adalah waktu di mana otak berkonsentrasi tinggi dan tubuh sedang dalam kobaran semangat yang tinggi. Hilangkan kebiasaan berbaring di kasur dan bermalas-malasan di sofa, itu akan membuat kamu “mager”. Seperti remaja jaman now, kata “mager” sering dijadikan alasan.

Terakhir, jangan lupa memberikan asupan motivasi pada diri. Ini sangat penting! Motivasi layaknya minyak yang masuk dalam api yang menyala, membuat api semakin berkobar. Nah, di sinilah kobaran semangat kamu harus terus disulut oleh motivasi.

Jangan lewatkan masa mudamu dengan sia-sia, karena kamu akan tersungkur di masa tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here