Home Blog SEPAK TERJANG KEHIDUPAN ANAK KOS DI BULAN RAMADHAN

SEPAK TERJANG KEHIDUPAN ANAK KOS DI BULAN RAMADHAN

42
0
SHARE

Sepak Terjang Kehidupan Anak Kos Di Bulan Ramadhan – Hidup di perantauan memang tak melulu soal kesepian. Masih banyak tantangan yang harus ditaklukan si anak rantau. Salah satu contoh anak rantau adalah karyawan atau mahasiswa yang tinggal di tempat kos. Tantangan dan rintangan anak kos biasanya semakin berlika-liku ketika bulan puasa datang. Bagaimana tidak, ketika orang lain melakukan ibadah bersama dengan keluarga, anak kos malah harus menerima kenyataan bahwa dirinya tinggal seorang diri, atau paling banter bersama dengan beberapa teman yang tidak bisa sepenuhnya menggantikan kehadiran keluarga.

Sepak terjang kehidupan anak kos di bulan ramadhan pun semakin diuji, mana kala uang saku yang semakin menipis, padahal kebutuhan masih banyak. Tidak hanya itu, masih ada lagi lika-liku kehidupan anak kos di bawah ini, yang mungkin saja pernah dialami oleh teman-teman kamu, atau bahkan dirimu sendiri.

  1. Ketika sahur datang, sedangkan persediaan makanan habis, maka mengumpulkan niat untuk puasa saja sudah cukup;

Karena tidak ada keluarga yang menyertai, makanan pun biasanya kurang diperhatikan. Biasanya makan jam sembilan atau sepuluh siang pun tak masalah, tetapi apa jadinya ketika ramadhan datang? Mengumpulkan niat dan minum air putih pun sudah cukup untuk menjalankan ibadah puasa.

  1. Sering-sering mencari menu buka puasa gratis;

Meskipun sering malu, tetapi ketika uang saku sudah menipis, maka tidak ada pilihan lain. Mencari menu buka puasa gratis di masjid-masjid atau seminar merupakan sesuatu yang wajar dan biasa dilakukan anak kos.

  1. Tak bisa muluk-muluk;

Ketika di rumah, biasanya ibu akan selalu memberikan banyak pilihan makanan yang sering membuat perutmu kuwalahan. Tetapi bagaimana jadinya jika kamu melakukan ibadan puasa di tempat kos? Bisa berbuka puasa dengan nasi dan lauk ditambah sedikit minuman manis saja sudah harus disyukuri.

  1. Bermalas-malasan di atas kasur adalah keniscayaan, bukan pilihan;

Untuk menunggu beduk maghrib tiba, ada banyak hal yang dapat kita lakukan di rumah. Misalnya membantu ibu memasak, membersihkan rumah, memberi makan binatang peliharaan, dan sebagainya. Nah, kalau di kos, bermalas-malasan dan tidur seharian adalah sebuah keniscayaan bukan pilihan.

Meskipun begitu, menikmati setiap momen di bulan ramadhan harus tetap kita jalankan dengan senang hati. Sepak terjang kehidupan anak kos di bulan ramadhan seperti di atas, suatu saat pasti akan kamu rindukan. Jadi, tetap harus banyak bersyukur, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here