Home Cerita Inspirasi Seorang Ibu Pemecah Rekor

Seorang Ibu Pemecah Rekor

1293
2
SHARE

ibu pemecah rekorDi sebuah kompetisi memecahkan rekor, para penonton ditantang untuk mengalahkan rekor yang sebelumnya sudah dicetak seorang lelaki kuat, kekar dan sedikit menakutkan. Tantangannya yaitu memakan sebanyak mungkin cabai rawit dalam waktu 2 menit. Rekor yang sudah dipecahkan sebelumnya adalah 100 cabai rawit dalam waktu 2 menit.

Beberapa pemuda, pemudi dan bapak-bapak pun mencobanya, namun ternyata mereka hanya mampu memakan sekitar 30 buah cabai rawit, saking pedasnya. Saat kompetisi mau ditutup, dan hampir semua penonton merasa tidak mungkin lagi mengalahkan rekor yang sudah dicetak, seorang wanita paruh baya dengan baju lusuh berjalan dengan semangat menuju sang presenter tersebut. “Pak, jika saya berhasil memecahkan rekor ini, apa yang akan saya dapatkan?” Tanya ibu tersebut. “Ibu akan mendapatkan medali rekor ini juga uang Rp.25.000.000” Jawab presenter itu. Beberapa penonton banyak yang meragukan, menyepelekan, bahkan tak sedikit yang mencibir.

Dengan sorot mata keoptimisan, dan mata yang berbinar-binar mendengar hadiah Rp.25.000.000, sang ibupun mulai mencoba tantangan 2 menit memakan cabai rawit. 30 detik pertama, sang ibu berhasil memakan 25 cabai rawit saja. Semua orang menyorakinya. Namun ia terus mencoba dan semangat memakan satu per satu cabai rawit. Detik ke 100 ternyata ia sudah menghabiskan 98 buah cabai. Kini semua orang mulai percaya dan menyemangatinya. Sampai detik ke 120 bel tanda berhenti pun berbunyi dan ia pun telah menghabiskan 110 buah cabai rawit. Dengan muka memerah, air mata meleleh menahan pedas, iapun minum sebanyak mungkin air lalu sujud syukur.

Sesaat setelah pemberian medali dan hadiah Rp.25 juta. MCpun bertanya, “Selamat atas keberhasilan ibu dengan tantangan yang kami berikan. Tapi kalau boleh tahu, Bagaimana ibu bisa mengalahkan rekor orang terkuat disini. Padahal ibu sudah cukup berumur?”

“Pak, anak saya lima. Semuanya butuh makan dan pendidikan, suami saya tidak bisa bekerja karena lumpuh dari 2 tahun yang lalu. Setiap hari saya harus bekerja sebagai tukang cucui, jualan apapun yang penting halal untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Padahal setiap bulan saya hanya dibayar Rp.300.000. Nah, sekarang ada sebuah kompetisi, hanya untuk memakan cabai rawit sebanyak mungkin saya bisa mendapatkan Rp.25juta. Saya bersemangat, setidaknya jika saya berhasil uangnya bisa saya gunakan untuk membayar sewa kontrakkan rumah kami yang sudah menunggak 5 bulan, membayar biaya sekolah anak, juga membawa suami saya untuk berobat” Jawanya tegar.

“Tapi apa ibu tidak takut sakit perut, atau merasa pedas dengan 110 cabai yang dimakan?” Tanya presenter itu kembali. “Sakit dan pedasnya cabai rawit ini hanya sekali, dibandingkan kepedihan saya jika melihat anak dan suami saya tidak bisa makan hari ini”.

Semua penonton berderai air mata, beberapa ibu-ibu lainnya memeluk sang ibu yang begitu luar biasa dan menjadi inspirasi bagi mereka semua.

Sahabatku,

Wanita begitu luar biasa.

Ia mampu menjadi seorang ibu yang lembut, sekaligus sosok seorang ayah yang bertanggung jawab.

Dalam kesulitan, ia pun mampu berperan sebagai seorang dokter bagi putra putrinya, juga seorang perawat setia. Subhanallah.

Semoga kita semua bisa memuliakan peran wanita yang akan menjadi ibu bagi putra-putrinya. Yang akan menjadi istri solehah untuk suaminya kelak. Aamiin.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here