Home Blog TRAINING KARYAWAN BARU

TRAINING KARYAWAN BARU

72
0
SHARE

Training Karyawan Baru – Perusahaan Anda lama dalam berkembang? Mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan karyawan Anda terhadap keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anda bisa mengatasi persoalan ini dengan melakukan training karyawan baru. Pelatihan karyawan berpeluang besar untuk mencetak karyawan-karyawan yang profesional.

Untuk membuat training karyawan baru Anda menjadi maksimal, berikut 7 tips sukses mengadakan pelatihan karyawan:

  1. Pelatihan karyawan sangat penting;

Pernahkah terpikirkan oleh Anda, perusahaan-perusahaan besar bisa terus berkembang walaupun zaman terus mengalami perubahan dengan pesat? Itu karena mereka terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Lalu, siapa yang membuat inovasi itu terealisasi? Tentu saja karyawan perusahaan tersebut, yakni pegawai yang terus bekerja dengan keprofesionalitasannya.

Bagaimana perusahaan bisa membuat karyawannya bekerja dengan profesional? Padahal karakter setiap orang itu berbeda beda. Bahkan dengan orientasi terhadap karyawan baru belum bisa menentukan bahwa mereka akan bekerja secara profesional. Karyawan yang sudah bekerja cukup lama pun terkadang akan kalah profesional dengan karyawan baru. Karakter cara kerja yang berbeda-beda ini bisa menjadi salah satu penyebab perusahaan sulit untuk berkembang.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebuah perusahaan yang ingin berkembang harus bisa menanamkan program pelatihan karyawan. Pelatihan ini dilakukan supaya karyawan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang cocok untuk diaplikasikan secara profesional di perusahaan tersebut. Dengan begitu karyawan akan terlatih untuk bisa mengambil keputusan dengan tepat.

  1. Menentukan waktu yang tepat untuk pelatihan karyawan;

Supaya pencapaian hasil yang diharapkan dapat maksimal, maka Anda harus bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengadakan pelatihan karyawan.

Sebelum melakukan pelatihan, Anda bisa melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap kinerja karyawan. Karena pelatihan karyawan akan berhubungan sekali dengan cara kerja karyawan. Setelah sudah mengetahui hasil dari penilaian, barulah karyawan dipanggil untuk melakukan pelatihan yang telah diprogramkan.

  1. Pilihlah jenis pelatihan yang tepat;

Selain menentukan waktu yang tepat, Anda pun harus menentukan jenis pelatihan yang tepat untuk karyawan Anda. Jangan sekali-kali Anda mengikuti budaya pelatihan yang ada di lingkungan sekitar. Namun, tentukanlah jenis pelatihan yang cocok dengan karakter karyawan Anda dan cocok pula untuk pengembangan perusahaan Anda. Karena di awal sudah melakukan penilaian, maka Anda akan memiliki gambaran untuk menentukan jenis pelatihan seperti apa yang harus diadakan.

  1. Mencari tahu kebutuhan karyawan;

Ketika melakukan penilaian terhadap karyawan, Anda hanya mendapatkan data sejauh mana kinerja karyawan Anda. Namun, Anda juga harus bisa membaca kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh karyawan Anda. Data tersebut bisa Anda dapatkan melalui wawancara langsung atau dengan membagi kuisioner. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui langsung pengetahuan dan keterampilan seperti apa yang sangat dibutuhkan oleh karyawan.

  1. Pilih tempat yang sesuai dengan pelatihan;

Pelatihan tidak harus dilakukan di dalam perusahaan. Namun, tentukanlah tempat yang sesuai dengan jenis pelatihan yang akan dilakukan. Apabila pelatihan membutuhkan sebuh praktik kerja langsung di lapangan, maka tidak ada salahnya apabila pelatihan dilakukan di luar perusahaan.

  1. Mengetahui hal yang harus diperhatikan ketika pelatihan;

Sebagai atasan, Anda harus datang lebih awal dibandingkan dengan peserta pelatihan. Sebab, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan ketika pelaksanaan pelatihan. Mulai dari semangat karyawan, kesiapan persiapan pelatihan, observasi langsung ketika pelatihan, dan masih banyak lagi. Jika Anda memiliki keperluan yang mendesak, maka mintalah seseorang yang bisa Anda percaya untuk sementara menggantikan posisi Anda di pelatihan tersebut.

  1. Tindak lanjut;

Ya, namanya juga sebuah pelatihan. Seperti sekolah saja, saat belajar dan berlatih maka ada evaluasi dan tindak lanjutnya. Untuk itu, pelatihan karyawan pun membutuhkan sebuah tindak lanjut, supaya ilmu yang telah didapatkan karyawan tidak terlepas atau terlupakan begitu saja, melainkan karyawan akan mengingat dan memahaminya. Sehingga, ketika bekerja kembali, para karyawan yang sudah melakukan pelatihan bisa menerapkannya dan bisa lebih meningkatkan profesionalitasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here