Home Blog LAMPU MIRIP KUNANG-KUNANG

LAMPU MIRIP KUNANG-KUNANG

17
0
SHARE

Lampu Mirip Kunang-Kunang – Jika melihat kunang-kunang di malam hari, pada umumnya kita akan merasa bahagia dan senang karena keunikan serta kemunculannya yang jarang  terlihat. Meskipun isu jika kunang-kunang tercipta dari kuku orang mati, nyatanya hal tersebut tidak menyingkirkan kekaguman kita. Membayangkan jika setiap momen-momen indah, seperti momen romantis yang tercipta dengan pasangan ditemani kelip lampu indah dari kunang-kunang, pasti akan semakin membuncahkan perasaan bahagia buat kita. Tetapi sayangnya, di tengah kemajuan strategi marketing seperti saat ini, masih belum ada satu pun perusahaan atau orang-orang yang menyediakan jasa penyewaan kunang-kunang.

Eh, tapi tenang! Teknologi yang terinspirasi dari binatang istimewa ini saat ini mulai dikembangkan. Ilmuwan asal Jepang, mengembangkan teknologi dengan menciptakan lampu super kecil yang mampu melayang di udara dan membentuk pola. Lampu mirip kunang-kunang ini dinamakan Luciola yang memiliki berat 16.2 miligram dengan diameter sangat kecil, yaitu hanya 3.5 milimeter. Namun jangan salah! Meskipun berukuran mini, lampu ini mampu memancarkan gelombang ultrasonik yang memunculkan cahaya berwarna merah menyerupai lampu LED pada sebuah textbox. Sementara, lampu ini juga memiliki frekuensi suara yang tidak mampu didengar manusia. Sehingga sangat cocok kita sewa ketika momen-momen romantis bersama pasangan ketika tengah camping bersama misalnya.

Ilmuwan bernama Makoto Takamiya dari salah satu universitas di Jepang tersebut menyatakan, butuh waktu selama dua tahun untuk memungsikan Luciola bekerja seperti saat ini. Di masa depan, pihaknya juga akan selalu memutar otak demi mengembangkan kemampuan Luciola. Bahkan harapan Makoto, semoga Luciola bisa berfungsi layaknya ponsel pintar dan bisa membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Luciola akan difungsikan sebagai pendamping semua benda yang biasa digunakan manusia, seperti mobil, pendingin ruangan, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk memaksimalkan fungsi dari Luciola yang berafiliasi dengan benda-benda tersebut, diperlukan sistem khusus yang harus tersambung ke internet.

Yang perlu kita tahu, ketika tengah terbang ke angkasa dan membentuk pola, lampu mirip kunang-kunang ini bukan hanya menemani kita menikmati setiap momen indah, tetapi juga membantu manusia dalam hal yang lebih bermanfaat. Sensor serta gerakan yang temperarir Luciola mampu terbang ke angkasa sambil mengirimkan pesan tertentu. Selain mengirim pesan, Luciola juga mampu mencari atau mendeteksi di mana keberadaan manusia, dan membantu manusia untuk membuat proyek-proyek masa depan lainnya. Misalnya pembuatan peta.

Semoga Luciola lekas dipasarkan dan masuk ke negara kita, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here