Home Blog TRAINING MOTIVATOR

TRAINING MOTIVATOR

33
0
SHARE

Training Motivator – Dewasa ini pelatihan atau training motivator, dapat kamu temukan dengan mudah bukan hanya di luar negeri, tetapi juga di dalam negeri. Seseorang yang ingin menjadi seorang motivator tentu saja harus mengikuti training terlebih dahulu sebelum terjun langsung ke lapangan menghadapi klien atau audience dengan berbagai problematika kehidupan. Yang perlu kamu tahu selanjutnya, mengikuti pelatihan atau training motivator bukan hanya membutuhkan niat semata, tetapi juga biaya yang beragam. Ada yang gratis karena disponsori oleh suatu produk, ada juga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Selain mengenai biaya yang beragam, ada beberapa hal unik lainnya juga dapat ditemukan dalam proses pelatihan motivator.

Berikut ini ulasannya:

  1. Peserta pelatihan terdiri dari berbagai kalangan;

Peserta dari training atau pelatihan motivator, bukan hanya dari kalangan profesional yang ingin membagikan semangat sekaligus membagikan ilmunya kepada calon klien. Tetapi juga dari berbagai kalangan. Mulai dari karyawan yang dikirim perusahaan sebagai motivator internal perusahaan, seorang yang baru saja resign dari pekerjaannya, anak muda yang lulus kuliah atau bahkan masih kuliah, sampai ibu rumah tangga yang belum pernah bekerja kantoran.

  1. Adanya perjanjian khusus;

Biasanya, seorang calon motivator akan menandatangani sebuah perjanjian yang mengatakan bahwa selama proses pemberian materi berlangsung, calon motivator dilarang untuk berfoto, merekam, atau membagikan materi yang telah didapatkannya kepada orang lain. Hal ini diperlukan untuk menjaga kerahasiaan pihak penyedia jasa pelatihan untuk selalu memberikan bekal eksklusif bagi calon motivator.

  1. Mempelajari banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan;

Mengikuti kelas calon motivator, juga memberikan pengalaman berharga dan mahal mengenai sudut pandang luas yang harus dimiliki oleh seorang motivator. Misalnya saja mengenai banyak mendengarkan dan memahami apa yang dikatakan orang lain kepada kamu, bukannya malah sibuk menanggapi dan banyak bicara ketika orang tersebut sedang berbagi cerita denganmu. Mengherankan, bukan? Karena selama ini kita tahu, bahwa seorang motivator dikenal banyak berbicara. Ternyata, mereka berbicara bukan hanya sembarang berkata-kata, tetapi sudah lihai dalam memahami apa yang dikatakan orang lain.

Training motivator juga akan mengajarimu bagaimana caranya mengahadapi orang lain, bahkan ketika orang tersebut memang melakukan suatu kesalahan, contohnya saja tidak mengatakan terus terang bahwa ia malas bekerja sehingga selalu gagal dalam hidupnya. Tetapi, pilih diksi yang baik agar klien bukan merasa terhakimi, dengan mengatakan hal lain yang membuat klien termotivasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here