Home Blog NOVEL MOTIVASI DIRI

NOVEL MOTIVASI DIRI

50
0
SHARE

Novel Motivasi Diri – Seiring semakin berkembangnya dunia literasi di Indonesia, banyak penulis senior maupun penulis pendatang baru, yang menunjukan kelasnya dengan menulis novel motivasi diri yang dapat menggugah semangat hidup banyak orang.

Salah satu penulis senior yang sudah menerbitkan banyak karya best seller adalah Darwis Tere Liye. Melalui novel islam terbaik berjudul “Rindu” kita dapat memetik banyak sisi positif utamanya melalui nilai-nilai kehidupan yang sering kita alami dalam hidup. Novel setebal 544 halaman yang diterbitkan pada tahun 2014 ini akan menjawab berbagai macam pertanyaan hidup yang dapat memberikan motivasi diri bagi kita.

Garis besar novel ini adalah menceritakan tentang perjalanan kapal haji “Blitar Holland” yang dipimpin oleh Kapten Phillips dan sebagai pemimpin penumpang adalah Gurutta Ahmad Karaeng seorang pemuka agama dari Makasar. Rincian atas berbagai macam pertanyaan hidup dari novel motivasi diri ini adalah sebagai berikut.

  1. Pertanyaan pertama dari seorang mantan cabo atau pelacur;

Bonda Upe seorang guru ngaji dan muallaf yang baru lima tahun masuk Islam, sebenarnya merupakan bekas pelacur. Lalu Bonda Upe bertanya kepada Gurutta apakah ibadah haji seorang bekas pelacur bisa diterima oleh Allah?

Kemudian Gurutta menjawab yang intinya kita tidak bisa menghindari masa lalu, tetapi Allah selalu punya rahasia untuk memberikan ampunan kepada umatNya.

  1. Pertanyaan kedua dari seorang yang pengusaha kaya;

Pengusaha kaya raya asal Sulawesi Daeng Andipati bertanya kepada Gurutta apakah ibadah haji seorang anak yang benar-benar membenci ayah kandungnya dapat diterima Allah?

Kemudian Gurutta menjawab yang intinya Allah akan mengampuni umatnya yang mau memafkan, Allah juga akan menerima ibadah haji umatnya. Yang perlu ditegaskan di sini, seseorang harus mau memaafkan orang lain untuk menghapus penyakit hati bernama kebencian.

  1. Pertanyaan ketiga dari seorang suami yang sangat mencintai istrinya yang meninggal di kapal;

Mbah Kakung seorang penumpang kapal asal Semarang begitu terpukul dengan kematian Mbah Putri istrinya yang meninggal di kapal. Lalu dia bertanya kepada Gurutta mengapa Allah mengambil istrinya, bahkan sebelum sampai di tanah suci.

Kemudian Gurutta menjawab bahwa kematian adalah rahasia Allah. Sementara Allah selalu punya jawaban akan segala yang terjadi.

  1. Pertanyaan keempat dari seorang kelasi lokal bernama Ambo Uleng;

Ambo Uleng bertanya kepada Gurutta bagaimana cara menyikapi hatinya yang masih terpaut dengan seorang gadis yang tidak dapat dimilikinya.

Kemudian Gurutta menjawab yang intinya ikhlas. Ikhlas yang menunjukan bagaimana kita bisa menerima kenyataan dan membuktikan bahwa cinta sejati itu ada. Cinta sejati yang tidak harus dimiliki.

  1. Pertanyaan terkahir datang dari Gurutta sendiri;

Novel motivasi diri berjudul “Rindu” yang tokoh utamanya adalah Gurutta justru akan menjawab pertanyaan terakhir dari Gurutta sendiri. Gurutta merasa dirinya adalah orang munafik yang mampu menulis buku-buku perjuangan, tetapi takut untuk melakukan peperangan nyata.

Seseorang yang mampu menjawab Gurutta adalah Ambo Uleng. Ambo Uleng menjawab yang intinya, suatu kebenaran harus dibela sampai titik darah penghabisan, meskipun akan banyak memakan korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here