Home Blog MENYOROT MINAT BACA ORANG INDONESIA DI HARI BUKU NASIONAL

MENYOROT MINAT BACA ORANG INDONESIA DI HARI BUKU NASIONAL

18
0
SHARE

Menyorot Minat Baca Orang Indonesia Di Hari Buku Nasional – Ada yang tahu, kan, kalau tanggal 17 Mei merupakan hari buku nasional?

Anak muda seperti kita jangan sampai tidak tahu, ya. Ide menetapkan tanggal 17 Mei sebagai hari buku nasional, berawal dari salah seorang menteri dari kabinet yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia kala itu, Ibu Megawati Soekarno Putri. Dia adalah Menteri Pendidikan pada Kabinet Gotong Royong Abdul Malik Fadjar pada tahun 2002. Sejarah Bapak Abdul Malik Fadjar menetapkan tanggal 17 Mei sebagai hari buku nasional, berawal dari disahkannya pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) yang berada di Jakarta pada tanggal 17 Mei 1980.

Nah, ide dari Bapak Abdul Malik Fadjar tersebut ternyata bukan tanpa alasan, lho. 17 Mei diperingati sebagai hari buku nasional untuk selalu menyalakan api orang-orang Indonesia untuk gemar membaca buku. Apa lagi jika menyorot minat baca orang Indonesia di hari buku nasional tahun ini yang masih tergolong rendah dibandingkan negara lain, ironi sekali rasanya jika tanggal 17 Mei dilupakan begitu saja.

Kalau dikaitkan dengan perubahan zaman di mana teknologi semakin maju, tidak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa orang Indonesia malah lebih asyik menatap gawai ketimbang membaca buku. Padahal, secanggih apa pun gawai yang kita miliki, tidak dapat menggantikan betapa buku menjadi sumber dari segala ilmu. Buku akan membawa kita mengenali dunia. Buku juga akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam ketimbang hanya sekadar berselancar di dunia maya dengan gawai. Jika pun ada orang-orang yang menggemari buku, mayoritas membaca buku bergambar seperti komik, dan lainnya.

Kira-kira kenapa, ya, masyarakat kita memiliki sikap tak acuh kepada buku? Dari survey yang sudah dilakukan peneliti, orang Indonesia cenderung bosan dan tidak suka baca buku karena isi buku yang monoton hanya ada huruf saja.

Ironi sekali memang. Sambil menyorot minat baca orang Indonesia di hari buku nasional yang masih rendah, sedapat mungkin kita sebagai anak muda harus selalu mendorong masyarakat untuk membaca buku. Jangan pesimis dulu dengan mengatakan pola pikir mereka yang memang sulit diubah. Kita harus selalu pro aktif menyuarakan bahwa buku adalah teman yang paling baik buat kehidupan kita. Coba lihatlah, seorang pebisnis yang mau menghabiskan banyak waktunya untuk membaca buku bisnis, atau seorang pengacara yang selalu setia dengan buku-buku hukumnya, juga seorang progammer yang menghabiskan hari-harinya untuk membaca buku terkait hobinya.

Jadi, jangan lengah untuk selalu mendorong masyarakat Indonesia untuk menggemari buku. Jadikan tanggal 17 Mei sebagai sarana untuk selalu mengingat betapa buku akan menjadi sahabat paling setia untuk kita, keluarga kita, teman-teman, dan semua masyarakat Indonesia. Jangan lelah untuk menebarkan virus cinta buku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here