Home Blog INTERNET UNTUK PEDESAAN

INTERNET UNTUK PEDESAAN

33
0
SHARE

Internet untuk Pedesaan – Siapa yang tidak memiliki ponsel pintar. Jika kita melihat fenomena zaman sekarang, di mana ponsel pintar dan berbagai gawai canggih lainnya menjadi pendamping wajib manusia, maka hampir dipastikan semua orang Indonesia memilikinya.

Tetapi pernyataan tersebut, nyatanya hanya asumsi belaka. Fakta di lapangan, jangankan memegang ponsel pintar dan peralatan canggih lain, masih ada sebagian wilayah Indonesia yang tidak terjangkau jaringan internet. Seperti kita tahu, ponsel pintar tanpa internet, maka sama saja dengan ponsel biasa.

Oleh sebab itu, beberapa perusahaan broadband nasional semakin getol memperluas jaringan telekomunikasinya. Selain untuk mengembangkan sayap bisnis dan meningkatkan profitabilitas perusahaan, mereka berniat untuk membantu pemerintah mewujudkan program kerja Nawacita yang menyatakan, “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Internet untuk pedesaan merupakan salah satu rencana dalam Nawacita pemerintah tersebut. Beberapa perusahaan broadband tersebut siap mempercepat layanan penyedia koneksi internet bahkan di wilayah 3T (terpencil, terdepan, terluar). Menurut kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) saat ini Indonesia baru berhasil menyediakan koneksi internet sebesar 73 % layanan 3G dari total keseluruhan desa atau kelurahan. Sedangkan untuk 4G LTE baru sekitar 55 % saja.

Terkait dengan hal tersebut, pada tahun 2019 pemerintah menargetkan mengoneksikan jaringan 3G untuk 83.000 desa atau kelurahan di seluruh Indonesia, dan 514 kabupaten atau kota yang terkoneksi 4G LTE.

Pemerintah dan beberapa perusahaan broadband tersebut menyebutkan, tantangan terbesar untuk menyediakan layanan internet untuk desa adalah medan yang variatif desa-desa di Indonesia. Mulai dari pegunungan sampai hamparan lautan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah serta beberapa perusahaan broadband tersebut. Kondisi semacam ini tentunya memerlukan biaya investasi yang tidak murah. Apalagi jika di kawasan-kawasan 3T tersebut masih memiliki penduduk yang jarang. Maka profitabilitas dari perusahaan semakin sedikit. Tetapi hal tersebut tak menyurutkan semangat mereka dalam membantu pemerintah semata-mata untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, atau disebut Corporate Social Responsibility.

Salah satu perusahaan broadband nasional bahkan terus berjuang untuk menaklukan tantangan tersebut. Pihaknya mengupayakan internet untuk pedesaan dengan menekan pembangunan jaringan 4G LTE seoptimal mungkin, sehingga dapat lebih efisien dan efektif. Bukti nyatanya adalah ketika kawasan pelosok seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta beberapa kawasan lain yang sudah berproses dalam mendirikan jaringan 4G LTE.

Semoga langkah pemerintah dan perusahaan broadband tersebut selalu lancar, demi menghapus kesenjangan masyarakat Indonesia, dan memberikan kesejateraan bagi bangsa Indonesia secara merata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here