Home Bisnis Jangan Mudah Percaya

Jangan Mudah Percaya

1436
0
SHARE

trust no oneSubhanallah!

Berkah silaturahim memberikan inspirasi luar biasa dalam hidup saya.

Pak Riza, begitu beliau kerap disapa. pembawaannya yang rendah hati dan menghargai membuatku sangat terkesan. Bukan hanya itu, ia sudah cukup makan asam garam dalam jatuh bangun kehidupan bisnisnya.

Qur’an Syamil adalah salah satu produk yang perusahaannya produksi, bahkan sekarang berbagai jenis quran untuk setiap segmen masyarakat. Ditemui di perusahannya yang cukup besar dengan lebih dari 200 lebih karyawan yang ia pimpin, kami pun saling memperkenalkan diri, diakhiri dengan diskusi ringan yang sangat mengesankan.

Beliau yang kini baru menginjak usia 40 tahun memulai debut karirnya sebagai seorang pengusaha dari tahun 1997, setahun setelah keluar dari perusahaan bergengsi tempat ia bekerja. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha. Dari mulai mencetak buletin jum’at, hingga dipercaya mencetak beberapa buku, akhirnya beliau mulai membeli mesin cetak dan merekrut beberapa karyawan. Tahun 2006,permulaan masalah yang membuat dirinya harus memecat puluhan karyawan, belum lagi hutang perusahaan yang sangat besar dan kepemilikan perusahaan yang tidak jelas. Akhirnya ia pun bertekad untuk memperbaiki diri dan memperbaiki perusahaan yang sudah lama ia bangun. Tahun 2011 ini, dengan berkah dan keistiqomahannya memperbaiki diri dan memperbaiki perusahaannya omsetnya mencapai miliyaran rupiah per bulan dengan ratusan karyawan yang solid dan kepercayaan publik dan investor yang semakin baik. Padahal beliau mengubah nama perusahaan yang selama bertahun-tahun ia rintis, tak mengapa, karena ia yakin jika kita terus memperbaiki kualitas diri pengalaman masa lalu membuat kita lebih cepat untuk maju dan berkembang.

Beliau memberikan banyak pelajaran berharga pada saya dan istri. Bahwa untuk para pengusaha yang baru memulai merintis usaha, jangan lupa dengan prinsip : Small, Beautiful, lalu Expansion. Small, memulai perusahaan tidak mesti dengan banyak namun malah menjadi beban dan pikiran, carilah orang-orang yang solid, komitmen, jujur dman kita percaya. Namun mesti dicatat, Trusting (percaya 100% pada manusia) itu haram. Tanpa controlling yang jelas maka dapat terjadi penyelewengan dalam tubuh perusahaan. Huffh..Benar saja, satu hari setelah pertemuan itu saya mulai cek sedikit demi sedikit sistem kerja perusahaan yang baru saya rintis dengan ilmu yang sangat sederhana. Bisnis bermodalkan peraya pada orang. Ternyata terbukti, orang yang selama ini bersama kita bahkan dipercaya 100 % mengurusi semua sistem training, dari mulai penjadwalan, dealing sampai saat acara, terbukti menggelapkan ratusan juta rupiah selama hampir 2 tahun bersama. Bukan hanya itu, nama baik perusahaan di mata beberapa klien pun ikut tercemar, padahal tidak ada sedikitpun komando saya untuk melakukan banyak hal yang salah itu. Hebatnya, ia ambil hati beberapa klien untuk membuat dirinya lebih pecaya pada dirinya ketimbang direkturnya sendiri. Jadi teringat dengan perkataan Pak Riza, “Jika harga sebuah kesalahan begitu mahal, maka investasi untuk belajar itu menjadi sangat murah”. Ya, menjadi seorang pengusaha yang sukses dan berkelanjutan (prover) bukan hanya mengandalkan ketaqwaan, namun harus cerdas juga. Karena kalau tidak, kepercayaan kita pada seseorang malah dimanfaatkan untuk kepentingan dirinya.

Rumus kedua yang beliau berikan adalah beautiful. Saya jadi teringat pelajaran bersama para pengusaha muda indonesia bersama Pak Rhenald Kasali, beliau menjelaskan bahwa untuk menjadi perusahaan bonafid dan besar dibutuhkan karakter perusahaaan, sistem yang baik dan pengelolaan Sumber Daya Manusia yang bagus. Ya, saya mulai paham, semakin tinggi pohon, semakin kuat angin berhebus maka akar peusahaan dan batang-batangnya harus semakin kokoh. Itulah yang membuat saya semangat kembali untuk membangun nama baik dan kualitas diridanĀ  perusahaan yang selama ini mungkin tercemar. Pengusaha sejati, adalah ia yang jika 10 kali terjatuh, 11 kali bangkit.

Rumus ketiga, Expansion. Jika perusahaan sudah bonafid, controlling yang bagus, sistem perushaaan sudah oke, maka jangan ragu untuk mulai expansi atau bahkan duplikasi. Banyak usaha yang ingin difranchaiskan namun belum siap semuannya sehingga banyak yang kecewa saat mengambil franchaise itu. Itulah yang membuat nama baiknya jelek.

Sahabatku, jangan takut dengan masalah

takutlah jika kita tidak mau untuk bangkit dari kesalahan

takutlah jika kita tak berani mengakui kesalahan lalu berusaha untuk memperbaikinya mulai dari pribadi kita.

Bussiness is part of Life! Bisnis adalah hidup itu sendiri, dimana kita belajar memperbaiki diri, berbuat baik pada sesama,

menebarkan banyak manfaat, dan membangun karakter diri dan perusahaan.

Selamat belajar sahabatku, raih mimpimu, hadapi masalah dengan kesabaran dan do’a,

Innallaha ma’asshoobiriin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here