Home Blog FENOMENA MUSLIM ZAMAN NOW: CAPITALISM ANTITHESIS

FENOMENA MUSLIM ZAMAN NOW: CAPITALISM ANTITHESIS

76
0
SHARE

Fenomena Muslim Zaman Now: Capitalism Antithesis – Kapitalisme adalah momok bagi masyarakat, khususnya umat muslim. Muslim zaman now pun kini berbondong-bondong menciptakan gerakan ekonomi umat alternatif. 212 Mart adalah fenomena untuk menandingi sistem ekonomi kapitalis yang sudah merambah Tanah Air, dengan sistem ekonomi baru: amanah, jamaah, dan izzah.

Mulai mencuatnya gerakan ekonomi umat alternatif ini tentu saja dikarenakan beberapa alasan. Alasan utama dari gerakan capitalism antithesis ini, adalah bahwa masih sedikitnya jumlah umat Islam yang menjadi penggerak dari roda ekonomi di Indonesia. Padahal, kita tahu bahwa jumlah pemeluk agama Islam mendominasi di Tanah Air, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan umat Islam terbanyak di dunia.

Berangkat dari kenyataan diatas, Koperasi Syariah 212 Mart terbentuk dan diresmikan pada Mei 2017 di Bogor, Jawa Barat. Terbentuknya koperasi syariah ini menjadi sebuah harapan baru agar umat Islam jadi tuan rumah di negeri sendiri. Abdussalam, General Manager Operasional Koperasi Syariah 212, mengatakan bahwa penguasa ekonomi Indonesia selama ini bukan mayoritas umat Islam, maka dengan adanya 212 Mart ini, diharapkan mampu menjadi penyemangat agar umat Islam bisa bersatu untuk menguasai sistem ekonomi yang ada di Indonesia.

Bendahara Pengurus Pusat Koperasi Syariah 212, Luqman Muhammad Baga, juga menjelaskan bahwa konsep gerai koperasi syariah 212 Mart murni lahir untuk memanfaatkan potensi pasar muslim yang ada di Indonesia. Ia berkeyakinan lewat penyediaan kebutuhan pokok di 212 Mart akan tetap terjaga keberlangsungannya bagi umat karena menjunjung tinggi syariat Islam. Selain itu, 212 Mart mengusung konsep berjejaring dengan usaha mikro di lokasi, hal itu diharapkan akan membantu ketersediaan pasokan barang di gerai 212 Mart.

Secara prinsip, tujuan dibukanya gerai 212 Mart adalah untuk mendorong kesejahteraan bagi siapa pun yang ikut berpartisipasi dalam donasi di Koperasi Syariah 212. Selain itu, 212 Mart akan menjadi sebuah wadah bagi umat Islam untuk saling membantu sesamanya. Sehingga,  bisnis gerai 212 Mart menawarkan konsep terbuka kepada siapa pun untuk berdonasi, mulai dari Rp 500.000,- hingga maksimal Rp 20.000.000,-. Dengan itu, mereka yang berdonasi, bisa menjadi pemilik sekaligus konsumen. Setiap rupiah yang dihasilkan, akan membantu pengembangan ekonomi umat muslim di masa depan. Bisa dikatakan, potensi umat Islam sangat luar biasa sebagai target pasar pembeli 212 Mart.

Secara terbuka, Abdussalam menjelaskan bahwa aset yang didapatkan dari pengelolaan iuran anggota, dialokasikan dan diinvestasikan di berbagai macam instrumen, mulai dari Lembaga Keuangan Syariah hingga investasi properti dan distribusi barang. Untuk investasi properti itu sendiri, Koperasi Syariah 212 Mart membangun sebuah apartemen bernama Tower 212 Quranic Village di Depok, Jawa Barat. Untuk mewujudkan pembangunan properti tersebut, Koperasi 212 Mart bekerja sama dengan pengembang dari Grand Zamzam Tower. Rencananya, akan ada sembilan tower yang berdiri, dan diperuntukkan bagi umat muslim, dan nantinya akan disewakan kepada mahasiswa yang berkuliah di sekitar Depok, Jawa Barat.

Selain properti, Koperasi Syariah 212 juga akan mengalokasikan dananya untuk membangun pusat distribusi barang (distribution center) yang berlokasi di Parung, Bogor, Jawa Barat. Pusat distribusi tersebut dikhususkan untuk mengirim barang kepada gerai-gerai Koperasi Syariah 212 Mart. Untuk membangun distribution center tersebut, Abdussalam mengatakan bahwa Koperasi Syariah 212 Mart bekerja sama dengan PT Hydro Perdana Retailindo. Dan tentu saja, Pusat Distribusi pun dibangun menggunakan dana wakaf yang seluruhnya berasal dari umat.

Dengan begitu, fenomena capitalism antithesis secara tidak langsung telah mempengaruhi gerakan umat muslim yang mulai menggeliat untuk ikut serta menjadi pioneer sistem ekonomi di Indonesia, dengan sistem yang lebih menekankan pada syariat Islam dan ditujukan untuk kesejahteraan umat. Semoga ke depannya, ekonomi yang ada Indonesia didominasi oleh umat muslim dan menjadi peluang luar biasa bagi generasi millenial dalam mengikuti jejak menciptakan revolusi ekonomi Islam yang telah menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi muslim zaman now.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here