Home Blog FAKTA UNIK: CARA ASTRONOT MENJALANKAN KEWAJIBAN DI LUAR ANGKASA

FAKTA UNIK: CARA ASTRONOT MENJALANKAN KEWAJIBAN DI LUAR ANGKASA

15
0
SHARE

Fakta Unik: Cara Astronot Menjalankan Kewajiban Di Luar Angkasa – Yang namanya kewajiban, di mana pun kita berada asal memungkinkan harus tetap dijalankan, ya! Apa lagi kewajiban kita kepada Allah. Mendapat nikmat berupa Islam dan iman, seyogianya menjadi pecut utama buat kita untuk selalu menjalankan perintah-Nya. Ada banyak orang di luar sana yang ingin menjadi orang Islam dan menjalankan ibadah dengan bebas, tetapi terhalang oleh suasana dan kondisi. Nah, bagaimana dengan kita? Sudah mendapatkan kesempatan besar untuk bisa menjalankan kewajiban sebebas-bebasnya tetapi masih saja malas-malasan.

Padahal bermalas-malasan, nyatanya tidak dilakukan oleh seorang muslim di luar angkasa sana. Terungkap sudah cara astronot menjalankan kewajiban di luar angkasa. Kira-kira bagaimana, ya, cara mereka buat selalu update setiap waktu?

  1. Mengikuti zona waktu dari negara yang memberangkatkannya;

Seorang astronot dari Malaysia yang beragama Islam bernama Shukor, ngotot untuk tetap menjalankan ibadah puasa meskipun dalam sebuah misi luar angkasa. Padahal banyak pihak yang menyarankannya untuk mengganti puasa setelah misi selesai. Tetapi menurut Shukor, kewajiban harus tetap dilakukan selama dia mampu menjalankan.

Untuk menghantarkan Shukor, badan antariksa Malaysia dibantu oleh 150 ilmuwan mencetak buku panduan. Garis besarnya adalah adanya kesepakatan waktu salat dan puasa sama dengan waktu negara atau daerah peluncuran pesawat luar angkasa.

  1. Cara menentukan arah kiblat;

Selain kewajiban waktu puasa dan salat, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menentukan arah kiblat. Akhirnya, melalui buku tersebut juga disepakati beberapa poin terkait dengan arah kiblat dan diukur dengan skala prioritas (didahulukan yang paling utama dilihat dari nomor satu dan selanjutnya), yaitu:

  • Mencari arah Kiblat sebenarnya sebisa dan setepat mungkin;
  • Menghitung arah kiblat dari posisi relatif si astronot;
  • Melihat di mana posisi bumi;
  • Bagaimana pun caranya, jika dimungkinkan menempel gambar ka’bah atau membayangkannya saja juga diperbolehkan.
  1. Cara salat dengan grafitasi nol;

Yang tak kalah penting lainnya, bagaimana Shukor dan astronot muslim lainnya melakukan gerakan salat. Padahal diketahui minum air saja susah karena tidak ada gaya grafitasi. Dalam buku panduan yang dibawa Shukor, menyebutkan sebisa mungkin melakukan gerakan salat dengan sempurna. Jika tidak bisa maka dilakukan dengan duduk. Jika duduk masih susah, maka bisa juga dilakukan dengan hanya sekadar gerakan kelopak mata.

Sepatutnya kita sebagai manusia bumi yang bebas, meneladani tindakan Shukor yang mengungkapkan cara astronot menjalankan kewajiban di luar angkasa seperti di atas, ya. Bagaimana mungkin kita yang masih sehat dan bebas justru sampai melupakan kewajiban. Naudzubillah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here