Home Blog MOTIVATOR KEUANGAN

MOTIVATOR KEUANGAN

99
0
SHARE

Motivator Keuangan – Menjadi wirausahawan sepertinya merupakan cita-cita sejuta umat. Banyak orang yang mencita-citakan dirinya sebagai wirausaha, walaupun mereka sudah menjadi seorang pegawai, tapi tetap saja menginginkan membuka usaha, mulai dari perusahaan kecil-kecilan sampai yang besar. Sehingga dibutuhkan sekali sebuah motivator keuangan. Bukan hanya seorang motivator saja yang Anda bisa jadikan motivator keuangan, sebuah video, quotes, gambar, dan lainnya bisa dijadikan sebagai motivator keuangan.

Sebagai wirausahawan, terkadang karyawan perusahaan, peningkatan distribusi barang, juga bisa menjadi motivator keuangan Anda. Kita tak hanya butuh motivator keuangan saja, namun juga sebuah pengaturan keuangan dalam perusahaan.

Nah, untuk Anda yang sudah memiliki perusahaan, berikut adalah tips mengatur keuangan perusahaan Anda.

Pertama, buatlah rancangan pengeluaran berdasarkan rata-rata penghasilan bersih perusahaan Anda setiap bulannya.

Bagaimana cara mengaturnya? Yaitu, mula-mula Anda harus menerapkan berapa besaran pengeluaran perusahaan setiap bulan. Besarnya pengeluaran bisa dirata-rata denga pendapatan yang Anda peroleh.

Misalnya, pendapatan perusahaan Anda setiap bulannya adalah 4-6 juta, itu artinya Anda bisa menetapkan pengeluaran setiap bulannya maksimal 3 juta. Usahakan setiap bulan, perusahaan Anda jangan sampai mengeluarkan uang lebih dari 3 juta. Biasakan disiplin dengan pengeluaran perusahaan Anda, berapapun pendapatan yang Anda dapatkan.

Kedua, biasakan untuk membayar semua tagihan saat perusahaan Anda memiliki uang.

Ketika pendapatan kotor sudah diketahui, sisihkan uang untuk membayar uang tagihan sebelum menyisihkan untuk investasi atau simpanan. Ingat! Pastikan pengeluaran untuk tagihan utang sudah termasuk ke dalam budget pengeluaran bulanan Anda.

Jadi, setelah Anda sudah menerima pendapatan dari client, pastikan sudah menyisihkan uang untuk membayar tagihan. Setelah itu, keluarkan untuk kebutuhan perusahaan Anda. Barulah Anda bisa mengolah sisanya untuk investasi perusahaan Anda.

Ketiga, membudayakan menabung sangatlah baik untuk perusahaan Anda.

Untuk itu, biasakan menabung. Ketika perusahaan Anda sedang tidak mendapatkan untung atau bahkan rugi, Anda tidak kebingungan.

Wirausaha itu hidup tanpa kepastian finansial, tidak seperti karyawan yang sudah pasti setiap bulan memiliki gaji. Apabila bulan ini banyak orderan, belum tentu pada bulan depan atau bulan-bulan selanjutnya akan banyak orderan seperti bulan itu. Jadi, sisihkanlah minimal 10% untuk cadangan uang kerugian Anda.

Keempat, pisahkan rekening untuk menyimpan biaya operasional dengan rekening penyimpanan investasi.

Untuk menghindari percampuran uang antara operasional dengan investasi, salah satunya dengan cara memisah rekening dan memisah pencatatannya.

Banyak wirausahawan yang menyatukan uang pribadi, operasional, dan investasi dalam satu rekening, sehingga mereka merasa uangnya selalu banyak. Lalu, apa yang terjadi? Terkadang uang untuk operasional malah terpakai untuk kepentingan pribadi. Padahal uang tersebut bukanlah uang yang nyata, melainkan uang perusahaan Anda.

Seperti saran Veryfund, Sediakan tiga rekening berbeda untuk tiga tujuan. Rekening pertama adalah untuk biaya hidup tiap hari, kedua untuk tabungan, serta yang ketiga untuk investasi. Pisahkan pula uang khusus usaha agar kamu bisa mengelola dana tersebut dengan lebih baik.”

Kelima, kendalikan nafsu untuk berbelanja ketika Anda mendapatkan banyak keuntungan dari usaha Anda.

Hati-hati dan ingat kembali bahwa seorang wirausaha itu hidup dengan ketidakpastian finansial. Jadi, Anda harus bisa mengatur keuangan Anda. Sehingga apabila perusahaan Anda sedang tidak produktif dan tidak memiliki pendapatan di bawah biasanya, Anda tidak akan kaget.

Keenam, catat semua pengeluaran, baik itu pengeluaran perusahaan maupun pengeluaran pribadi Anda.

Supaya Anda bisa mengontrol uang perusahaan Anda keluar untuk apa saja. Jika ada kejanggalan atau ada yang tidak perlu untuk dibeli, maka bisa terlihat. Anda menjadi lebih leluasa mengawasi keadaan keuangan perusahaan Anda.

Motivator keuangan terbaik bagi kita adalah diri sendiri. Jadi, sudahkah memanajemen segala pemasukan dan pengeluaran Anda dengan baik selama ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here