Home Blog EKSISTENSI RUMAH ADAT MINAHASA

EKSISTENSI RUMAH ADAT MINAHASA

5
0
SHARE

Eksistensi Rumah Adat Minahasa – Pada dasarnya, Indonesia merupakan negara kaya yang memiliki bermacam-macam potensi yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi bagi kemaslahatan bangsa. Seperti wisata alam yang sudah diakui dunia, bermacam-macam suku dan kebudayaan yang memiliki nilai luhur dan sering menjadi destinasi wisata, serta berbagai macam potensi lainnya. Salah satu potensi daerah yang menjadi perbincangan hangat baru-baru ini adalah eksistensi rumah adat minahasa di Provinsi Sulawesi Utara.

Ingatkah kamu dulu ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kamu sering disuguhi gambar-gambar rumah dan pakaian adat dari seluruh provinsi di Indonesia. Mungkin di era millenial seperti saat ini, desain beberapa rumah di Indonesia terancam punah atau bahkan sudah tidak ada lagi. Tetapi tidak dengan rumah panggung di Minahasa, Sulawesi Utara. Ketika rumah adat lainnya sudah semakin jarang atau bahkan tidak pernah lagi dibangun, rumah panggung justru menjadi primadona bukan hanya di kalangan masyarakat Minahasa, tetapi juga masyarakat dunia. Bagaimana tidak, jika sebelumnya permintaan pesanan rumah panggung yang dapat dibongkar pasang ini tergolong tinggi, berkat pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di sepanjang jalan Desa Woloan, Tomohon semakin banyak peminat rumah panggung baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Selama belasan tahun, rumah adat ini memang sudah diekspor ke seluruh nusantara maupun luar negeri. Seperti Jepang dan Filipina. Di pasar properti sendiri, rumah panggung menjadi primadona dari Indonesia karena harganya fantastis, bisa mencapai ratusan juta rupiah per unitnya.

Pemerintah Indonesia sendiri mulai serius menggodok wacana untuk mengekspor rumah panggung ke luar negeri demi menjangkau wilayah-wilayah yang lebih luas. Hal tersebut nyatanya bukan hanya sekadar wacana ketika bukti mengatakan bahwa beberapa bulan belakangan ini rumah panggung berhasil dibeli oleh warga Maldives, Belanda, Amerika, dan Afrika. Jika industri ini terus didorong, besar kemungkinan akan menambah devisa negara.

Darwin Mukson selaku Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Utara pun mengatakan bahwa melihat potensi besar dari bisnis properti rumah panggung ini, pihaknya akan terus berupaya untuk merambah pasar yang lebih luas lagi. Bahkan, pihaknya juga berharap jika rumah panggung dapat diekspor ke semua benua di dunia.

Masih menurut Darwin, eksistensi rumah adat Minahasa tersebut sebenarnya berkat pengrajin lokal. Jadi seharusnya rumah panggung tetap dilestarikan oleh pengekspor daerah. Adapun peran pemerintah yang masih minim, selanjutnya diharapkan lebih optimal lagi dengan menyediakan modal yang cukup. Karena selama ini mereka bergerak secara mandiri.

Kamu sebagai warga Indonesia seharusnya merasa bangga dengan fenomena semacam ini. Maka dari itu, sebagai anak muda jangan malu untuk menggeluti potensi-potensi daerah yang bukan hanya akan menjadi warisan bangsa, tetapi juga bisnis yang potensial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here