Home Blog TREN BISNIS JILBAB ALA ARTIS INDONESIA

TREN BISNIS JILBAB ALA ARTIS INDONESIA

68
0
SHARE

Tren Bisnis Jilbab Ala Artis Indonesia – Ketenaran dan nama besar membuat para artis, pekerja seni, bahkan selebgram di Indonesia berlomba-lomba menciptakan kerajaan bisnisnya. Ada yang memilih bisnis kuliner, bisnis property, bisnis kecantikan, ada juga bisnis di bidang fashion.

Di artikel ini, Saya akan mengerucutkan pembahasan mengenai bisnis fashion yang faktanya masih terbagi dalam beberapa jenis sub bisnis. Ada yang fokus pada pakaian, kain batik, ada juga yang jeli dengan melihat peluang emas dari kian banyaknya muslimah yang menutup aurat, contohnya bisnis fashion di bidang jilbab.

Tren bisnis jilbab ala artis Indonesia pun tidak hanya dilakukan oleh pemain lama yang benar-benar memiliki basic passion di bidang fashion saja, tetapi juga banyak artis lain yang menjadi pemula dalam dunia bisnis. Bahkan, selebgram dan para artis yang semula memiliki image “seksi” pun, kini semakin banyak yang menawarkan brand jilbab miliknya. Tanpa saya sebutkan nama, jika Anda adalah orang-orang atau para wanita yang peduli dengan fashion terutama jilbab, dan juga yang selalu mengikuti berita terkini pasti tahu siapa mereka.

Sebenarnya bagi masyarakat Indonesia sendiri, terutama apabila Anda adalah muslimah, brand jilbab para artis yang semakin mewarnai panggung fashion jika dilihat dari sisi positifnya, malah akan memberikan banyak manfaat. Bagaimana tidak, Anda akan memiliki lebih banyak pilihan jilbab selain dari brand-brand kenamaan sebelumnya, juga brand baru dari artis-artis tersebut. Berita baik lagi jika Anda merupakan penggemar mereka. Anda dapat membeli produk-produk jilbab dengan berbagai macam bentuk atau model yang biasanya mereka kenakan. Poin lebih lagi jika mereka tidak pelit membagikan tips atau tutorial jilbab kepada Anda.

Tetapi seperti halnya dua mata sisi uang yang berbeda, saya akan menguraikan dampak negatif dari tren bisnis jilbab ala artis Indonesia. Dampak negatif yang pertama adalah perilaku konsumtif masyarakat yang mengutamakan gengsi ketimbang kebutuhan. Untuk orang-orang tertentu, membeli barang dari brand produk artis adalah suatu kebanggaan. Orang-orang tersebut bahkan tidak peduli apakah jilbab yang memiliki brand ‘bergengsi’ tersebut bermanfaat bagi dirinya atau tidak. Hal ini dapat memicu perilaku konsumtif bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga anggota komunitas yang dia ikuti. Karena adanya sebuah persaingan memperebutkan gengsi.

Sisi negatif selanjutnya adalah ketika para artis memanfaatkan ketenarannya juga gengsi dari masyarakat Indonesia terutama yang menjadi idola si artis tersebut, dengan membandrol harga di luar kewajaran. Jilbab yang memiliki kualitas sama antara brand milik si artis dengan brand lain akan mempunyai kesenjangan harga yang relatif tinggi. Jika Anda tidak percaya, maka buktikan saja.

Apa pun pilihan Anda, kenakan jilbab dengan niat lillahita’ala. Jangan sampai karena gengsi, malah akan memperberat timbangan amal buruk Anda kelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here