Home Blog DAMPAK NEGATIF TAYANGAN TELEVISI BERNUANSA SYIRIK

DAMPAK NEGATIF TAYANGAN TELEVISI BERNUANSA SYIRIK

7
0
SHARE

Dampak Negatif Tayangan Televisi Bernuansa Syirik – Himbauan KPI atau (Komisi Penyiaran Indonesia) untuk tidak menayangkan tayangan televisi kontroversial, nyatanya masih sering dilanggar. Bukan hanya berbahaya jika sampai disaksikan oleh anak-anak, tayangan-tayangan semacam itu juga dapat memengaruhi mental para penontonnya meskipun dari kalangan dewasa. Berbagai macam dampak negatif dapat mengancam masyarakat Indonesia yang masih saja mengikuti tontonan kontroversial. Mulai dari meniru kebiasaan buruk pemeran tayangan-tayangan tersebut hingga dikhawatirkan akan mengalami perilaku yang menyimpang.

Belakangan ini yang menjadi kontroversial adalah tayangan televisi yang bernuansa syirik. Tontonan yang menceritakan seputar tokoh sentral yang mampu melihat masa lalu atau masa depan orang-orang yang menceritakan pengalaman hidupnya kepada si tokoh sentral tersebut, jika dibiarkan berlarut-larut akan memengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia bahwa ada orang-orang sehebat itu, kemudian mulai memujanya, dan sangat dekat dengan yang namanya syirik.

Dampak negatif tayangan televisi bernuansa syirik tentunya tidak hanya dapat dilihat dari sisi psikologis saja, tetapi juga dari faktor lain. Misalnya dalam Agama Islam, seseorang dilarang untuk mendatangi orang-orang yang berprofesi sebagai ahli nujum, peramal, atau penyihir. Mengapa? Karena bagaimana pun kedok mereka, meskipun beragama Islam, tetapi mereka tetap berhubungan atau berinteraksi dengan jin. Berinteraksi dengan jin hukumnya haram dan sangat dilarang oleh agama. Sedangkan, percaya kepada mereka akan sangat merugikan kita karena dari seratus persen, hanya ada satu persen kebenaran yang kita dapat, itu pun atas bantuan jin dari hasil mencuri informasi di langit.

Jika sudah jelas-jelas orang yang mendatangi ahli nujum saja dilarang, maka mengapa kita masih saja mau melihat tayangan televisi semacam itu?

Syirik adalah perbuatan yang sangat ironi dan termasuk ke dalam dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah. Bagaimana bisa kita percaya dengan ramalan, bahkan mau mengidolakan si peramal tersebut, padahal sebenarnya kita punya Allah. Hanya Allah-lah Tuhan yang Maha Menguasai segala isi bumi, langit, dan alam semesta.

Maka, melihat tayangan televisi yang lebih bermanfaat dan mendidik agaknya merupakan pilihan yang lebih tepat ketimbang hanya mendapatkan dampak negatif tayangan televisi bernuansa syirik. Mulailah untuk menghindari tayangan yang berbau syirik, dan perbanyaklah menonton tayangan yang membuat kita dekat dengan Allah.

Biar bagaimana pun, KPI hanyalah lembaga milik pemerintah yang memiliki aturan dan ruang gerak terbatas, penontonlah yang seharusnya lebih bijak dalam menentukan sebuah pilihan. Ajaklah keluarga dan sahabat kita menonton serial atau tayangan televisi yang tidak menimbulkan dampak buruk terhadap keyakinan serta psikologis bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here