Home Cinta Cinta

Cinta

1197
0
SHARE

CINTA

Cinta.
Sahabat apa yang pertamakali terbayang saat mendengar kata cinta?
Wah..pastinya respon kebanyakan orang tersenyum berseri-seri ya..:)
Membayangkan sosok orang yang dicintainya.

Lalu jika ditanya apa itu cinta…?
Ada yang menjawab kasih sayang, indah, nikmat, bergairah, rindu, suka, perhatian, peduli, berbagi dan damai.
Ada juga yang menjawab perjuangan, pengorbanan, tanggungjawab, kejujuran, keikhlasan, keridhaan dan kesabaran.

Namun ada juga lo yang menjawab cinta itu memiliki, menuntut, menguasai, memaksa hingga mengintimidasi. Sebenarnya ga ada yang salah atau benar dalam mendefinisikan cinta
karena cinta memang sebuah kata dan kitalah yang memaknainya.
Cinta dapat menjadi sebuah energi besar yang positif jika memang kita memaknainya seperti itu.
Namun dapat pula cinta menjadi sumber energi yang negatif jika seseorang mengatasnamakan cinta sebagai pemicunya.
Padahal sebenarnya pemicu perbuatan negatif adalah nafsu yang ditunggangi syaitan
yang bisa menjebak manusia ke dalam kemaksiatan.
So, jangan menyalahkan cinta donk! Dan jangan pula mendewakan cinta
selain cinta pada Allah Sang Maha Cinta di atas segalanya.

Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah),
keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.
Sebagaimana dalam QS. Ali Imron ayat 14 yang artinya,
“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini,
yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”

Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali
baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Jadi rasa cinta sudah ada di dalam hati manusia, kita hanya tinggal menumbuhkannya.
Rasa cinta ini bersifat universal.
Namun sebagai seorang muslim, rasa cinta ini hendaknya kita persembahkan
hanya untuk Allah dan hanya karenaNya.
Setiap muslim tidak boleh mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cinta kepada Allah.
Jadi cinta yang harus ditumbuhkan adalah:

  1. Cinta kepada Allah
  2. Cinta kepada Rasulullah
  3. Cinta kepada Orangtua
  4. Cinta kepada Suami/ Istri
  5. Cinta kepada Sesama makhluk ciptaanNya

Namun yang akan kita bahas kali ini adalah cinta kepada lawan jenis.
Dalam Islam tak mengenal cinta kepada lawan jenis selain cinta kepada pasangan yaitu suami atau istri.
Sehingga Allah membebaskan sepasang suami istri mengekspresikan rasa cintanya
dalam bentuk dan cara apapun kecuali beberapa yang dilarang.
Ada juga dalam hadits disebutkan bahwa tidak dikatakan seorang beriman
sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Rasa cinta lawan jenis dalam hadits ini hanya karena saudara seiman, tak ada yang lain.
So, posisikanlah cinta sebagaimana Allah perintahkan saja agar makna cinta tetap indah, tinggi dan suci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here