Home Blog CINTA DAMAI ANTAR PEMELUK AGAMA YANG BERBEDA

CINTA DAMAI ANTAR PEMELUK AGAMA YANG BERBEDA

11
0
SHARE

Cinta Damai Antar Pemeluk Agama yang Berbeda – Orang-orang yang berpikir bahwa perbedaan agama adalah ajang untuk memperebutkan kebenaran, saling adu pendapat, dan saling bertikai karena prinsip hidup yang berbeda, adalah orang-orang kolot yang ketinggalan zaman. Perbedaan keyakinan adalah sesuatu yang indah jika kita sebagai bangsa Indonesia yang punya prinsip ‘Bhineka Tunggal Ika’ memandangnya dari sudut pandang positif.

Ada pun ketika isu terorisme dan radikalitas salah satu agama dijadikan alasan untuk saling menyalahkan agama lain, pada dasarnya kita sudah berpikir salah. Karena orang-orang semacam itu bukanlah makhluk beragama, tetapi setan yang memakai topeng salah satu agama untuk memecah belah antar umat beragama, mengingat tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan membunuh orang lain merupakan tindakan yang dibenarkan. Untuk itu, kita jangan menyudutkan salah satu agama karena ulah setan bertopeng tersebut. Justru yang patut kita lakukan adalah bersatu melawan mereka.

Kalau mau bukti cinta damai antar pemeluk agama yang berbeda itu indah, maka simak kisahnya di bawah ini, ya!

  1. Ketika Idul Adha tahun 1432 Hijriah;

Pada Idhul Adha tahun 1432 Hijriah, yang menyumbangkan hewan kurban kepada masjid-masjid dan pondok pesantren ternyata bukan hanya kaum muslimin saja, lho. Pada tanggal tersebut, jemaat Gereja Pantekosta di Surabaya menyumbangkan seekor kambing untuk Pondok Pesantren Nurul Islam. Tidak hanya itu, ketua yayasan Pondok Kasih juga menyumbangkan belasan ekor sapi dan kambing kepada beberapa masjid serta pondok pesantren di Jawa Timur.

  1. Misa natal yang bertepatan dengan Salat Jumat pada tahun 2015;

Pada tahun 2015 yang lalu, natal tanggal 25 Desember bertepatan dengan hari Jumat. Bukan hanya umat kristiani yang bahagia, umat muslim pun menganggap hari Jumat merupakan hari istimewa karena banyaknya pahala yang dapat diperoleh, salah satunya dengan melakukan Salat Jumat. Di Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal Jakarta, umat kristiani dan umat muslim saling jaga toleransi dan gembira menyambut hari istimewa mereka.

  1. Nyepi yang bertepatan dengan Gerhana Bulan di Bali;

Di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, pada malam nyepi bertepatan dengan Gerhana Bulan. Bagi muslim dan muslimah, Salat Gerhana Bulan merupakan salat yang sunah dilakukan ketika gerhana bulan datang, untuk menyanjung kuasa Allah. Ternyata dua kegiatan keagamaan tersebut dapat berjalan dengan manis dan penuh toleransi berama.

Cinta damai antar pemeluk agama yang berbeda merupakan bukti bahwa Indonesia bukan hanya milik satu agama saja. NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan milik semua warga negara Indonesia. Ada pun jika ada suatu kegiatan radikalitas, semestinya semua kalangan bersatu membasmi mereka dari NKRI tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here