Home Blog PEMBICARA SEMINAR

PEMBICARA SEMINAR

41
0
SHARE

Pembicara Seminar – Dulu, saat kuliah, Saya pernah bercita-cita ingin menjadi pembicara seminar. Alasannya sederhana saja, Saya ingin menjadi pusat perhatian; tidak hanya ilmu yang disampaikan, tetapi juga ingin menikmati bagaimana orang-orang sepenuhnya berfokus pada apa yang Saya katakan di depan mereka. Sebab, dalam kacamata Saya, menjadi pembicara seminar adalah kesempatan yang sangat baik untuk melatih kemampuan public speaking, kepercayaan diri, dan ruang berkomunikasi dengan banyak kepala yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang berbeda-beda. Tak hanya itu, pembicara seminar haruslah orang-orang dengan wawasan luas dan skill yang menakjubkan atas bidang yang ditekuninya. Membayangkan latar belakangnya saja, Saya sudah begitu terpukau.

pembicara-seminarSetiap mengikuti seminar, Saya selalu penasaran bagaimana pembicara seminar itu bisa menguasai perhatian orang-orang yang duduk di atas ratusan kursi yang tertata rapi dalam sebuah gedung luas yang mampu menampung orang-orang dalam skala besar. Saya selalu penasaran, bagaimana rasanya? Bagaimana rasanya menjadi pusat perhatian; yang tidak hanya bisa menginspirasi, tetapi juga berbagi ilmu baru dengan orang-orang yang berbeda. Dalam hati, Saya sangat ingin, entah berapa tahun lagi bisa berdiri disana. Berdiri di tempat yang diduduki pembicara-pembicara seminar; menjelaskan materi-materi baru, membuka sesi tanya jawab dan sharing bersama, menjawab pertanyaan, bahkan sekedar berbagi cerita lucu sebagai selingannya.

Lalu, Saya berpikir lagi, didapuk menjadi pembicara seminar tentulah bukan tanpa alasan. Pasti ada nilai lebih dari diri mereka, sehingga dirasa cocok menjadi pemateri yang bisa mengubah persepsi banyak kepala yang hadir dalam gedung seminar itu. Entah dari latar belakang pendidikan, kecakapan menyampaikan, pengalaman yang mumpuni di bidangnya, atau karena eksistensinya dalam dunia yang digeluti. Dan tentu saja, untuk mencapai kata ahli dalam bidangnya hingga bisa diminta menjadi pembicara dalam seminar skala besar, haruslah melalui beberapa tahapan. Kemudian, Saya kembali berpikir, “Sudahkah Saya menjalani proses itu? Sudahkah Saya segigih mereka yang barangkali mencapai setengah perjalanannya saja Saya belum bisa?”

Bukannya meragukan kemampuan diri sendiri, kita hanya harus sering-sering introspeksi diri. Barangkali yang kita impikan sama sekali tidak seimbang dengan usaha yang kita lakukan, maka yang harus dijalani adalah menambah kadar usaha yang lebih untuk mewujudkan ekspektasi-ekspektasi yang sudah kita bangun terhadap mimpi itu. Kita harus sering berpikir, “Memangnya Saya sudah sehebat apa sampai bisa menjadi seorang pembicara seminar?” sehingga kita akan terpacu untuk melakukan banyak hal agar bisa mengimbangi apa yang kita impikan sampai menjadi kenyataan.

Nah, pembicara seminar apa yang sampai saat ini kamu ingat materinya? Semoga kelak, kita bisa menjadi seperti mereka, ya. Teruslah bermimpi, tapi ingat untuk bangun dan mewujudkan mimpi itu sampai menjadi sama persis dengan apa yang kamu impikan. Semangat sukses!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here