Home Blog TOKOH TERKENAL DI INDONESIA

TOKOH TERKENAL DI INDONESIA

67
0
SHARE

Tokoh Terkenal di Indonesia – Berbicara tentang siapa tokoh terkenal di Indonesia, tentunya sudah banyak sekali jajaran nama-nama familiar yang kita kenal. Tentu saja mereka dikenal atas eksistensinya di bidang yang mereka kuasai, apalagi jika sering muncul di layar kaca, bukan? Menjadi tokoh terkenal tentu menjadi dambaan beberapa orang. Ada yang ingin menjadi penyanyi terkenal, artis film atau sinetron, motivator terkenal, dan lain sebagainya. Banyak orang memadati ruang-ruang yang menyediakan peluang untuk menjadi seorang entertainer, tetapi pernahkah berpikir bahwa sesungguhnya ada yang lebih baik dari sekedar menjadi tokoh terkenal di Indonesia?

Pernahkah berpikir bahwa ada yang lebih indah daripada sekedar dikenal oleh makhluk bumi? Ya, Islam mengisahkan tentang Uwais al-Qarny, pemuda yang sangat tidak terkenal di bumi, tetapi terkenal di langit tersebab kesholehan dan baktinya yang teramat besar terhadap ibunya. Ada yang pernah mendengar kisahnya? Mari kita uraikan keteladanan yang bisa diambil dari Uwais al-Qarny dan menghubungkannya dengan realita yang ada di akhir zaman ini.

  1. Menghormati dan memuliakan ibu;

Islam memuliakan siapapun yang menghormati dan memuliakan ibunya. Bahkan, Rasulullah bersabda, hormatilah ibumu, ibumu, ibumu, baru ayahmu. Nama ibu disebutkan tiga kali sebelum menghormati ayah. Itu berarti ibu merupakan sosok yang harus dimuliakan sebelum kita memuliakan orang lain. Jangan sampai kita menghinakan ibu yang telah mengandung dan membesarkan kita sampai di titik ini.

Itulah yang dilakukan oleh Uwais al-Qarny. Beliau adalah pemuda miskin sekaligus anak yatim yang hanya tinggal berdua dengan ibunya. Maka dari itu, ia sangat memuliakan ibunya. Sampai suatu hari ia meminta ijin pada ibunya untuk mengunjungi Rasulullah. Ibunya mengijinkan dan mengatakan padanya untuk segera pulang.

Ketika Uwais al-Qarny tiba di Madinah, betapa sedih hatinya mendapati Rasulullah tidak ada di rumah. Ingin sekali ia menunggu hingga Rasulullah tiba, tetapi ibunya telah berpesan untuk segera pulang. Akhirnya, Uwais al-Qarny memutuskan untuk pulang setelah melakukan perjalanan jauh menemui Rasulullah.

Uwais al-Qarny hanyalah salah satu contoh dari anak yang tawadhu’ kepada ibunya. Bagaimana dengan realita yang ada saat ini? Banyak anak yang melupakan ibunya, membentak ketika berbicara dengan ibunya, bahkan ada yang sampai berani menuntut ibunya ke pengadilan untuk meminta ganti uang yang tidak seberapa dibanding pengorbanan ibunya melahirkan dan membesarkan anaknya di dunia. Ada apa dengan rasa kemanusiaan anak muda jaman sekarang? Mari kita introspeksi diri, barangkali masih ada secuil rasa durhaka yang terselip dalam hati kita terhadap orang tua, terutama ibu yang telah melahirkan kita ke dunia. Ingatlah, bahwa keridhoan Allah sangat bergantung pada ridhonya orang tua kita.

  1. Menjadikan Rasulullah sebagai idola yang sangat dicintainya;

Uwais al-Qarny sangat mengagumi Rasulullah, sehingga beliau memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh dari Yaman ke Madinah untuk bertemu dengan kekasih Allah itu. Kerinduannya yang tak terbendung, menjadikannya begitu ingin pergi melihat Nabi Muhammad SAW.

Apa yang terjadi di era ini? Banyak pemuda-pemudi yang mengidolakan tokoh selain Rasulullah, bahkan sampai mencontoh perbuatannya yang barangkali jauh dari kebaikan. Tak apa ketika kita mengagumi seseorang karena potensi atau kelebihan yang dimiliki, tetapi jangan sampai kita menuhankan ia sebagai idola. Sebaik-baik idola adalah Rasulullah SAW, sebab beliau lah yang sifat-sifatnya bisa kita teladani. Jangan sampai kita terlena dengan menjadikan manusia sebagai idola, lantas melupakan Nabi Muhammad SAW sebagai sebaik-baik panutan. Yuk, kita introspeksi diri. Paling tidak, meskipun kita tidak bisa sempurna dalam mencontoh Uwais al-Qarny, kita masih bisa belajar memperbaiki diri.

Itulah dua poin penting yang bisa kita teladani dari Uwais al-Qarny. Menjadi tokoh terkenal di Indonesia memang suatu kebanggaan, tetapi ketika kita bisa menjadi seorang yang terkenal di langit, itulah kemuliaan. Seperti Uwais al-Qarny, meski ia hidup serba kekurangan, hanya fakir yang tidak dikenal di bumi, tetapi namanya sangat terkenal di langit atas kemuliaan sifat dan tawadhu’ nya kepada ibu. Semoga kita bisa mencontoh beliau. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here