Home Blog PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

50
0
SHARE

Pengembangan Kepribadian – Meski tidak selalu bisa memiliki karakter yang unggul, setiap orang wajib hukumnya untuk menjadi pribadi yang baik. Meski tidak semua orang menyukai kita, setidaknya kita belajar bagaimana caranya disukai orang lain. Suka dalam artian, orang lain akan nyaman ketika berinteraksi dengan kita. Bukankah menyenangkan ketika perilaku kita disenangi orang lain, sehingga tidak akan ada perselisihan yang berarti diantara kedua belah pihak?

Pengembangan kepribadian sangat diperlukan, terlepas dari siapa kita dan pada siapa kita bersikap. Nah, kali ini admin akan membahas bagaimana menjadi orang yang disukai menurut @rintisan.id. Dari empat belas poinnya, admin akan membahas 5 poin terpenting yang bisa aplikasikan dalam kehidupan sosial kita. Ini dia tips untuk menjadi orang yang disukai. Yuk disimak!

  1. Jangan lupa mengatakan: “MAAF, TOLONG, DAN TERIMA KASIH”

Satu hal sederhana tapi sangat bermakna. Sepertinya sudah tidak banyak orang yang memberlakukan poin ini dalam kehidupannya, padahal apresiasi kecil semacam ini adalah sebuah etika bersosial dengan orang lain, loh!

Kita bukan individu yang hidup sendirian di dunia ini, tentunya butuh bantuan dan peran orang lain di dalam menjalani aktivitas kita sehari-hari. Dengan mengucap “Maaf.” ketika berbuat salah, “Tolong.” ketika meminta bantuan, dan “Terima kasih.” ketika telah mendapatkan bantuan atau sesuatu dari orang lain, maka mereka akan merasa dihargai. Bukankah, kita sebagai makhluk sosial harus selalu saling menghargai? Yuk, jadi pribadi yang berkelas dengan gemar mengatakan, “Maaf, Tolong, dan Terimakasih.” Nggak ada ruginya, kok!

  1. Dengarkan dan hargai saat ada yang berbicara

Ini termasuk poin pengembangan kepribadian dalam hal komunikasi. Sepele, tapi sangat berpengaruh besar terhadap pandangan orang lain terhadapmu, loh. Banyak orang yang sangat suka berbicara, tetapi minus dalam kemampuan mendengarkan. Nah, banyak nih kasusnya. Bahkan, mungkin kita sendiri yang seperti itu?

Kurang-kurangi deh untuk lebih banyak bicara ketimbang mendengarkan. Bukannya, kita diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut? Yang artinya, kita butuh lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kamu nggak akan rugi mendengarkan apa yang dibicarakan orang lain, meskipun kamu merasa apa yang dibicarakan itu nggak jelas banget. Kita sudah satu langkah lagi dalam mengapresiasi orang lain, yakni dengan cara mendengarkannya. Dengarkan aja, masalah paham enggaknya, itu urusan belakangan. Sesuaikan dengan keadaan, dimana kamu perlu memahami atau nggak perlu memahami apa yang dibicarakan orang. Setidaknya kamu mendengarkannya dengan ekspresi wajah yang antusias. Jadilah pendengar yang baik sebelum kamu meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama, ya.

  1. Miliki pikiran terbuka, jangan memaksakan kehendak!

Perfeksionis itu baik, tetapi dalam skala tertentu, ya. Jangan sampai kita sudah merasa menjadi yang paling benar dengan mengecilkan kemampuan orang lain. Orang-orang yang elegan adalah mereka yang mindset-nya sangat terbuka mengenai apapun, bukannya yang suka memaksakan pemikirannya pada orang lain. Bukankah setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap sesuatu, ya?

  1. Lihatlah masalah sebagai pelajaran, jangan cepat mengeluh atau protes!

Seringnya, orang lebih memandang masalah sebagai suatu batu sandungan, daripada memikirkannya sebagai suatu pelajaran penting. Tidak ada satupun kehidupan di dunia ini yang lepas dari masalah, maka kamu harus selalu bijak untuk menganggapnya sebagai suatu pelajaran agar tidak mengulang perbuatan yang sama di lain kesempatan. Daripada sibuk mengeluhkan seberapa besar masalah yang kamu hadapi hari ini, bukankah lebih baik merenung untuk memikirkan jalan keluar terhadap masalah itu? Masalah itu untuk dihadapi, bukan dikeluhkan.

  1. Beranilah meminta dan menerima kritik

Satu hal yang sangat sulit dilakukan; meminta dan menerima kritik! Langkah pengembangan kepribadian yang satu ini seringkali sukar ditemukan, sebab tidak semua orang menyukai kritik. Padahal, kritik diperlukan sesekali untuk mengevaluasi bagaimana sikap atau kinerja kita, loh. Lewat kritikan-kritikan itu, kita akan mempelajari dimana titik kesalahan kita dan berusaha memperbaikinya. Terlepas dari bagaimanapun kritik yang terlontar nantinya, orang yang berpikiran positif akan selalu menganggapnya sebagai sebuah motivasi untuk berubah menjadi lebih baik.

Nah, itu tadi 5 poin pengembangan kepribadian yang perlu diaplikasikan agar kita disenangi orang. Tidak ada salahnya kok menjadi pribadi yang disenangi orang lain, meskipun pada akhirnya tidak semua orang menyukai kita. Ah, tugas kita memang bukan untuk menyenangkan semua orang, kok. Selamat mengembangkan kepribadianmu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here