Home Bisnis 5 Pertanyaan yang mesti dijawab saat Usia 25 tahun

5 Pertanyaan yang mesti dijawab saat Usia 25 tahun

21284
3
SHARE

Usia 25 tahun bagi sebagian orang adalah usia krusial yang menentukan karir dan kehidupannya. Biasanya, di usia ini yang kuliah sudah lulus. Ada beberapa hal yang biasanya akan menjadi kenyataan dan pertanyaan hidup yang mesti dijawab oleh seorang diri di usia 25 tahun ini. Diantaranya:

1. Mau jadi apa?

yuk-arahkan-cita-cita-anak-580x400

Dari kecil, mungkin kita sudah punya cita-cita. Ada yang mau jadi pilot, dokter, atau artis misalnya. Namun di usia 25 tahun kita mulai sadar, bahwa apa yang dulu dicita-citakan belum tentu sama dengan keadaan kita hari ini. Disini idealitas bertemu realitas. Mungkin saja kuliah yang dulu dijalanipun tak sesuai dengan jurusan atau kampus yang diharapkan. Begitu juga dengan kondisi ekonomi keluarga yang belum mendukung ketercapaian impian. Namun itu semua bukan halangan untuk membuat kita menjawab, “Mau jadi apa?”

2. Pilih “keamanan hidup” atau “tantangan hidup”?

pengusaha-vs-karyawan

Saat SMA atau kuliah mungkin pertanyaan ini tak terlalu dipikirkan. Namun beranjak waktu, saat momen wisuda itu berakhir, saat satu persatu teman pergi meninggalkanmu dan menempuh jalan hidupnya masing-masing. Disaat itulah kau mulai berpikir, memilih untuk jadi PNS, bekerja di sebuah perusahaan, atau memilih untuk jadi seorang profesional dan pengusaha. Semua jawaban berujung pada dua hal , “Keamanan hidup?” atau “tantangan hidup?”.

Beberapa orang mencoba untuk berani mengambil tantangan hidup, walau dorongan dari keluarga akhirnya mengalahkan semangatnya. Yang lain coba membuktikan untuk mandiri dan mencoba tantangan hidup. Sebagiannya berhasil sesuai dengan proyeksi yang ia impikan, sebagian lain mesti menelan pil pahit atas beberapa kegagalan dalam proses. Yang tak kuat mental akhirnya memilih “Keamanan hidup” untuk mengobati hati juga membahagiakan keluarga.

3. Kapan nikah?

wpid-http___3.bp_.blogspot.com_-hc6217czuve_umrmzufhhti_aaaaaaaabd0_1xx43t3of_c_s1600_img_6023-498x295

Pertanyaan ini seringkali mengganggu mereka yang masih single alias jomblo. Pertanyaan ini semakin terasa saat beberapa momen ini:

# Berkumpul silaturahmi dengan keluarga besar saat hari raya

# Saat reunian dengan teman SMA

# Saat menghadiri walimah teman atau saudara

Pertanyaan ini mudah saja dijawab asal, Mei misalnya. Mei be yes, may be no. Tapi sudah barang tentu pertanyaan ini mesti didukung beberapa persiapan yang tak mudah. Dari persiapan mental, ilmu juga ekonomi. Tak cukup sampai sana Jomblo mesti berhadapan dengan fakta bahwa menemukan jodoh yang tepat tak semudah teori cinta para filsuf. Ada faktor keluarga, faktor kecocokan jiwa, sampai faktor ketertarikan yang salin berkaitan. Dan setelah menjawab pertanyaan ini pun masalah belum selesai.

4. Apa yang telah diberikan bagi kedua orang tua?

???????????????????????????????

Betapa bahagianya saat gaji pertama dibelikan hadiah untuk ayah atau ibu terinta. Terasa begitu beratnya pengorbanan orang tua mengais rizki selama ini. Namun cukupkah itu untuk membuat mereka bahagia? Beberapa orang menstandarkan bahagia orang tua dengan menghajikan, mengumrohkan, atau membuatkan rumah yang layak bagi mereka. Di titik ini memang orang tua tidak pernah menuntut. Namun ada ketidakenakan hati seorang anak untuk meminta dinikahkan atau menikah sebelum bisa membahagiakan mereka. Ini hanya perasaan mereka yang mesti berbakti sebelum nanti punya tanggungan hidup yang lebih besar.

5. Mau tinggal dimana?

rumah-impian-jian

 

Bagi pasangan muda yang baru menikah 1-2 tahun, pertanyaan “Mau tinggal dimana?” semakin terasa pentingnya. Mungkin 1 tahun pernikahan Rumah Mertua Indah bisa jadi alternatif pilihan. Namun jika terus menerus bersama tak sedikit yang akhirnya terjadi konflik kesalahpahaman antara istri dan orang tua suami, atau sebaliknya.

Akhirnya, pertanyaan “Mau tinggal dimana?” semakin jelas dan urgen. Alternatifnya mengontrak rumah, pakai rumah kedua orang tua, KPR rumah, atau beli cash rumah. Itupun tentu mesti disesuaikan dengan kondisi pendapatan. Mampu tidak untuk membeli atau menyicil rumah dengan keutuhan perbulan yang semakin meningkat. Bahkan sebuah survei menunjukkan masih ada ratusan ribu keluarga Indonesia yang belum mempunyai tempat tinggal. Itulah mengapa bisnis properti yang mencakup perumahan dan apartemen menjamur di Indonesia. Dari yang tipe RSS sampai yang sangat mewah lengkap dengan fasilitasnya.

 

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here